Category: Tips & Trik


Haaloo anglers!! Post kali ini saya mau membantu untuk memberikan tips bagi yang baru mau terjun ke dunia mancing atau bisa di bilang benar – benar newbie dalam dunia permancingan.

Banyak juga teman – teman saya ataupun teman baru yang datang dari blog ini menanyakan kepada saya mengenai memilih alat pancing, karena kondisi mereka yang belum mengerti untuk memilih tackle yang seperti apa yang harus mereka miliki.

Oke langsung saja saya kasih sedikit penjelasan.

Mau mancing dimana? Laut? atau Empang?

Kalau jawabannya “empang” atau katakanlah freshwater, sebaiknya membeli rod dengan panjang 190cm, 180cm atau 170cm dengan kriteria lentur / fast action berbahan carbon. Biasanya 8-12 lbs. Kalau mau lebih enak, cari handle rod yang agak panjang, biasa sih kriteria handle saya 30 – 40cm, alasannya kalo ngefight ikan yang agak besar jadi tidak pegal, bisa di kempit di ketiak. Jangan lupa pilih2 yang enteng dan pastinya sesuai kantong.

Reel : untuk reel bisa menggunakan spinning kelas 2500 saja sudah cukup, line bisa pakai monofilament berukuran 14lbs atau PE 1

Kalau tujuannya untuk casting freshwater sebaiknya dari awal membeli baitcasting set, supaya mempelajarinya lebih mudah ketimbang sudah terbiasa memakai spinning lalu pindah ke baitcasting. (pengalaman saya sendiri).

Bagaimana kalo mau mancing di laut?? Nah di laut biasa saya bedain 2 kelas.

1. Kelas ringan/light tackle, bisa mencakup dasaran, casting dan light jigging.  Boleh pakai rod panjang 170cm/180cm dengan action medium, biasanya 12 – 20lbs. Boleh juga membeli rod model jigging dengan handle panjang. Tapi biasa saya tetap pakai joran light tackle sekitar 16lbs untuk main laut2 pinggiran karena fight terasa lebih menantang.

Reel : Reel bisa menggunakan ukuran  4000 – 6000 atau kalau lokasi tidak terlalu dalam tetap bisa pakai reel ukuran 2500 atau 3000. Line  nya bisa menggunakan monofilament atau PE 2 – 3

2. Kelas berat / heavy tackle, biasanya untuk ikan2 besar dan mancing di laut dalam seperti binuangeun, SMR dan daerah laut lepas lainnya. Rod bisa pakai PE 2 – 4 atau PE 5 – 8 (untuk popping) Panjangnya disesuaikan saja dengan kriteria masing2 angler.

Reel : Reel bisa menggunakan ukuran 6000 – 8000 atau bahkan 12000 untuk popping karena harus memuat line yang agak besar dan cukup panjang.

 

Jadi.. kira2 begini tips yang saya berikan. SIfatnya tidak “HARUS” seperti diatas tapi ini berdasarkan pengalaman saya sebelumnya, jika ada yang kurang cocok mungkin teman2 bisa menyesuaikan dengan selera masing2.

Salam SSSTTTRRRIIIKKKKEEEE!!

Advertisements

Teknik Retrieve Lure

Haloo… Post saya kali ini membahas mengenai cara retrieve lure khususnya untuk teknik casting yang biasa saya gunakan. Nah silahkan sobat striker simak cara-caranya dibawah ini, siapa tau bisa jadi referensi buat teman2 smua.

Lure

Lure

 

1. Teknik Stop n Go

Teknik ini biasa saya gunakan untuk pencil minnow / stick bait yang action nya floating. Menurut saya gerakan ini tidak akan menghasilkan rangsangan kepada sang predator yang kadang lebih suka mangsa yang terkesan sekarat dan mudah disergap. Maka ‘pause’ (berhenti menggulung sejenak) adalah solusi tepat yang akan memberikan rangsangan dan kesempatan pada sang predator untuk menyergap karena berpikir bahwa umpan yang anda mainkan adalah mangsa yang mudah untuk diserang.

2. Teknik Tweetching

Teknik ini bisa digunakan untuk sinking minnow atau suspending, yaitu dengan gulungan agak pelan dan sesekali menyentak joran (jangan terlalu kencang). Teknik memainkan lure ini memberi efek seperti umpan yang bergerak panik/nervous.

3. Teknik Natural Retrieve

Teknik ini bisa diaplikasikan ke semua jenis lure. Yaitu dengan menggulung reel sesuai dengan action lure yang kita gunakan. Caranya adalah dengan menyeret lure yang ingin kita pakai di permukaan air dengan kecepatan tertentu sehingga kita bisa mengetahui kecepatan retrieve yang sesuai dengan lure tsb, dan mengaplikasikan di real cast.

4. Teknik Speed Retrieve

Teknik ini biasa saya aplikasikan di laut, yaitu dengan menggulung reel dengan agak cepat sehingga lure terlihat seperti ikan yang berenang panik. Tentunya kecepatan harus disesuaikan dengan action lurenya. Dengan teknik ini biasa predator laut seperti baracuda kecil atau GT kecil sering menyambar.

Nah… sekian yang dapat saya bagikan kali ini. Karena saya juga sedang tahap belajar maka ilmu yang saya bagikan juga masih sederhana.

Semoga bermanfaat & salam STRRRIIKKKKEEEEEEE!!!! 🙂